
20 Oktober 2009
APA YANG HARUS ANDA KERJAKAN SEBELUM, SAAT DAN SESUDAH TERJADI GEMPA BUMI

10 Petunjuk Menghadapi Gempa Di manapun Berada
29 September 2009
Info Beasiswa S1 UIN-IAIN
21 September 2009
Cerpen: “ Catatan Peserta Program Pertukaran Pelajar dan Mahasiswa Internasional"

Oleh: Drs. Wastu Waluyanto
Minggu Kliwon, 28 Desember 2008, 29 Besar 1941 Tahun JIMAWAL Windu KUNTARA, 29 Zulhijah 1429H, jam 09.00 AM. Kami berada di sebuah kapal pesiar berukuran kecil. Kami sedang berlabuh di lepas pantai pelabuhan Padangbai, Bali. Kapal ini berbendera Jepang, di lambung kanan dan kiri kapal tertulis “SUWAMARU”, yang merupakan nama dari kapal pesiar itu. Langit cerah, arus laut tenang, beberapa burung camar bertengger di tower komunikasi kapal, sebagian lainnya terbang sambil mengeluarkan suara bersaut-sautan.
Terlihat kesibukan geladak kapal. Di dekat pagar, pada lambung kanan kapal, kami membuat sebuah ‘stage’ atau panggung pertunjukan, lengkap dengan seperangkat alat musik modern dan tradisional dari berbagai negara. Kami berkumpul, duduk lesehan dan saling bersosialisasi di depan panggung itu. Warna kulit, warna dan jenis rambut, postur tubuh dan pakaian kami berbeda-beda. Kami adalah sekelompok pelajar dan mahasiswa dari berbagai Negara, yang mewakili negara masing-masing untuk mengikuti “Program Pertukaran Pelajar dan Mahasiswa Internasional”. Program itu merupakan salah satu program dari ‘UNESCO’ yang bertujuan untuk menanamkan semangat persatuan, persaudaraan dan perdamaian dunia di kalangan generasi muda.
Kesibukan kami tiba-tiba terhenti. Semua hadirin memperhatikan seorang ‘MC’ yang sedang berbicara di atas Panggung Pertunjukan. Dia seorang gadis dari negara Afrika Selatan. Walau negro, dia tidak begitu hitam, karena dia blasteran, ibunya kulit hitam dan ayahnya kulit putih. Dia kelihatan cocok dengan busana tradisional yang dikenakannya. Dari ‘loudspeaker’ yang ada di menara kapal terdengar suaranya yang merdu: “ Para hadirin yang berbahagia, dalam rangka mengisi liburan tahun baru 2009, maka mulai hari ini, segenap anggota komunitas ‘Program Pertukaran Pelajar dan Mahasiswa Internasional Tahun 2008-2009’ akan menyelenggarakan ‘Pekan Pertunjukkan dan Apresiasi Budaya’. Tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya dunia kepada kita. Semoga dengan acara ini apresiasi dan pemahaman kita terhadap budaya dunia semakin baik, sehingga menumbuhkan semangat “One World, One Planet and One Spirit for Piece”. Pidato dari ‘MC’ tersebut disambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah oleh segenap hadirin.

Selama ‘Pekan Pertunjukan dan Apresiasi Budaya’, berbagai atraksi dan demonstrasi kami lakukan. Seni Tari, Seni Musik, Seni Sastra, Tata Busana Tradisional dan lain-lain, tampil secara bergiliran. Malamnya dilanjutkan dengan diskusi tentang “What, Why, Where, Who, When dan How” dari karya budaya yang telah ditampilkan.
Hari ini, Rabu, 31 Desember , penghujung tahun 2008. Nanti malam adalah detik-detik menjelang Tahun Baru 2009. Satu jam setelah sarapan pagi, acara kami sudah dimulai. Hari ini adalah hari terakhir ‘Pekan Pertunjukan dan Apresiasi Budaya’. Hanya tinggal 5 wakil negara yang belum tampil, yaitu: Cina, Jepang, Swiss, Perancis dan Indonesia. Dan menurut ‘schedule’, Indonesia tampil di urutan terakhir.
Saya dan Ajeng, pada pertengahan tahun lalu mendapat kehormatan untuk mewakili pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk mengikuti Program Pertukaran Pelajar dan Mahasiswa Internasional. Saya dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, jurusan Statistika, sedangkan Ajeng dari Universitas Malang, Jurusan Seni Tari dan saya tahu Ajeng juga seorang atlet Peloncat Indah. Kami sama-sama duduk di semester I pada saat mengikuti seleksi program ini. Pada Program Pertukaran Pelajar dan Mahasiswa Internasional ini, saya dititipkan kepada keluarga Tanaka, di pinggiran kota Kobe, yang merupakan kota terbesar keenam di Jepang. Kota ini terletak di bagian barat Pulau Honshu, berjarak 429 km dari Tokyo. Ajeng dititipkan kepada keluarga Kim Jung Ma di kota Bushan, Korea Selatan. Kota ini terletak 329 km di selatan Seoul dan 562 km di barat laut Kobe. Walau dipisahkan oleh lautan kami berdua sering bertukar informasi tentang program-program kami via internet. Sekedar informasi saja kecepatan ‘upload maupun download’ data di kedua negara ini sangat cepat bila dibandingkan dengan internet di Indonesia.
Giliran tampil pertama mahasiswi Cina, dia memamerkan keahlian akupunkturnya dengan mengobati salah satu anggota komunitas yang sedang sakit influenza. Selanjutnya rekan pria dari gadis Cina itu memamerkan keahlian kungfunya. Dia benar-benar lihai mendemonstrasikan ilmu bela diri tangan kosong maupun menggunakan senjata tajam. Di akhir pertunjukan beberapa orang di antara kami berkomentar dengan penuh kekaguman. Dengan enteng dan hampir bersamaan kedua pelajar dari Cina itu berkata: “Jangan heran, di Cina, hal-hal yang kami lakukan tadi adalah biasa, banyak yang seperti kami, bahkan yang lebih baik dari kami juga banyak sekali”.
Giliran tampil kedua, dua pelajar/mahasiswa dari Jepang. Sepasang pemuda Jepang itu menggotong sebuah koper besar. Mereka berdua mengeluarkan peralatan bengkel dan barang-barang dari logam. Dengan cepat dan cekatan sekali, mereka merakit barang-barang yang mereka keluarkan dari dalam kopernya tadi, eh ternyata mereka membuat sebuah robot. Beberapa saat kemudian mereka menghidupkan laptop ‘Thosiba’nya. Menyambungkan kabel dari laptop ke robotnya. Setelah memprogram, mereka berusaha ‘menghidupkan’ robotnya. Selanjutnya mereka menguji robot itu dengan memberikan berbagai perintah lisan dan semuanya berhasil dikerjakan dengan baik oleh robotnya. Hadirin bertepuk tangan dan memuji mereka. Reaksi mereka biasa-biasa saja. Mereka berdua mengangkat robotnya, lalu membuang robot dan laptop tersebut ke tengah laut. Para hadirin terkejut, tetapi keduanya berkata datar-datar saja: “Jangan heran, robot kami sederhana saja, di negara kami masih banyak yang lebih canggih dari itu”.
Giliran tampil ke tiga, Pelajar / Mahasiswa dari Swiss. Mereka berdua ternyata naik ke pentas dengan membawa peralatan yang berbeda. Yang pria terus sibuk merakit jam tangan, sedangkan yang perempuan mendemonstrasikan cara membuat coklat yang lezat. Keduanya cekatan sekali, pasti mereka sudah ahli di bidangnya. Setelah berhasil, pelajar pria tadi menunjukkan jam tangan ‘hand made’ kepada para hadirin. Dia kemudian menjelaskan bahwa jam tangan buatan Swiss sudah terkenal ke seluruh dunia. Mendengar pembicaraan rekannya, pelajar putri Swiss tidak mau ketinggalan. Dia mempromosikan bahwa coklat buatan Swiss paling lezat di dunia. Dia menjelaskan bahwa Swiss merupakan negara pengekspor produk coklat olahan paling laris dan terbesar di dunia, walaupun Swiss tidak memiliki semeterpersegipun, kebun coklat. “ Sungguh mengherankan bukan?”, demikian pernyataan gadis bermata biru itu kepada para hadirin. Mereka lalu membuang jam tangan dan coklat tersebut ke laut, sambil berkata: “Jangan heran ya, kalian yang menginginkan jam tangan dan produk coklat bikinan Swiss datang saja ke negara kami. Di sana banyak!”.
Tampil ke empat, sepasang pelajar dari Perancis. Sudah bisa diduga oleh para hadirin, mereka pasti akan ‘Fashion Show’. Dan benar juga, mereka berdua berjalan berlenggak-lenggok bagaikan di atas ‘catwalk’. Selanjutnya mereka memberikan informasi bahwa baju, sepatu dan asesoris yang mereka gunakan adalah produk paling ‘up to date’ dari salah satu rumah mode terkenal yang menjadi sponsor mereka. Tidak ketinggalan mereka memamerkan parfum-parfum paling terkenal di Perancis. Selesai pertunjukkan ternyata mereka juga membuang semua barang bawaannya ke laut sambil berkata bahwa di negaranya, barang-barang semacam tadi banyak sekali.
Giliran terakhir adalah kami dari Indonesia. Setelah berhasil menenangkan diri, sesuai kesepakatan dengan Ajeng, saya tampil duluan. Saya memanfaatkan media LCD proyektor yang di sediakan panitia. Presentasi saya tentang masalah kependudukan di Indonesia. Materi tentang hal itu sudah siap di di dalam laptop saya. Presentasi yang berbeda dari keempat peserta sebelumnya, tidak bertentangan dengan program komunitas, karena dari UNESCO sudah ada rambu-rambu bahwa yang boleh ditampilkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan ‘education, social and culture’.
Presentasi saya intinya ingin menjelaskan kepada para hadirin penyebab keterpurukan ekonomi Indonesia, masalah hutang yang entah kapan bisa lunas, tingginya natalitas dan mulai menurunnya mortalitas pada bayi yang baru lahir, meningkatnya angka harapan hidup, ketidakseimbangan pertumbuhan tenaga kerja dan lapangan kerja, peningkatan pecandu narkoba dan penderita HIV di kalangan remaja, dsb. Dan yang paling mencengangkan mereka adalah sewaktu saya menerangkan standar baru dalam demografi yang digunakan di Indonesia. Di negara lain, Stratifikasi sosial penduduk berdasarkan kelas sosial, umumnya di bagi tiga yaitu Upper Class, Midle Class dan Lower Class. Di Indonesia, statifikasi sosial dibagi menjadi enam, yaitu: Pra-sejahtera I, Pra-sejahtera II, Pra-sejahtera III, Kelas Bawah, Kelas Menengah dan Kelas Atas. Hadirin berdecak kagum menyaksikan isi paparan dari presentasi saya yang sangat lengkap.

Berikutnya adalah giliran Ajeng untuk unjuk kebolehan. Dia akan menari ‘Gandrung Banyuwangi’. Dipanggil sekali oleh ‘MC’ dia belum nongol, dua kali belum juga datang. Saya lihat dia sudah berbusana tari lengkap tetapi masih sibuk dengan HPnya. Saya penasaran, saya dekati dia. Dia berkata: “Sebentar, saya lagi membalas E-Mail dari teman”. Eh ternyata dia sedang bermain ‘FaceBook’ melalui HPnya. Kami dengar ‘MC’ memanggil dia untuk yang ke tiga kalinya dan bersamaan dengan itu gamelan pengiringpun sudah dibunyikan. Saya sekarang menjadi gusar melihat sikap Ajeng, yang masih asyik dengan ‘FaceBook’nya. Saya sergap dia dari belakang, terus saya angkat. Mulanya dia terkejut, lalu tertawa cekikikan karena tahu saya menggendongnya menuju Panggung. Dia kemudian terkejut kembali dan meronta minta diturunkan, karena saya cuma melewati Panggung Pertunjukan saja. Saya terus berjalan menuju pagar, di pinggir kiri geladak kapal. Dengan sekuat tenaga Ajeng yang sudah berbusana tari tadi kulempar ke laut. Terdengar suara cukup keras di bawah sana: “Tolooong……! Byuur!”.
Musik gamelan dimatikan operator ‘sound system’. Suasana seketika hening mencekam. Sesaat kemudian geladak kapal kacau balau. Mereka berlarian menuju lambung kiri kapal, Seseorang peserta yang pandai berenang langsung terjun ke laut, sebagian lagi ada yang mengambil dan melemparkan pelampung ke arahnya. Setelah Ajeng berhasil dinaikkan ke geladak kapal, para hadirin meneriaki saya. Wajah mereka bersungut-sungut karena marah. Mereka menunjuk-nunjuk hidung saya. Mulut mereka mengeluarkan berbagai macam kata-kata yang tidak saya mengerti. Mungkin mereka mengatakan sumpah serapah dengan bahasa ibunya. Saya paham bahwa mereka memprotes keras tindakan saya. Saya dianggap bertindak keterlaluan dalam mereaksi sikap teman yang sedang demam panggung. Dan berdasarkan norma komunitas yang berlaku, tindakan saya itu diklasifikasikan ke dalam perbuatan ‘kontra misi perdamaian’.
Setelah suasana agak reda, Saya dengan penuh percaya diri berjalan ke panggung dan mengambil alih ‘microphone’ dari ‘MC’. Saya berkata keras-keras kepada mereka: “Para hadirin harap tenang. Enjoy sajalah, jangan terkejut dengan tindakan saya. Ajeng tadi bukanlah mengalami demam panggung, tetapi dia bersikap kurang bertanggung jawab. Dan perlu para hadirin ketahui bahwa pelajar dan mahasiswa Indonesia yang pada saat-saat penting dan mendesak, justru menghabiskan waktunya untuk bermain HP dan FaceBook, jumlahnya sangat banyak!”.
Mendengar penjelasan saya, tawa para hadirin meledak, tepuk tangan mereka menggemuruh. Mereka memberikan ‘applaus’ luar biasa kepada saya melebihi yang lainnya. Sekarang Justru saya yang menjadi heran dan tercengang: “ Tepuk tangan mereka itu untuk hal apa?”.
Lumajang, 31 Mei 2009, 20:30 WIB.
04 Agustus 2009
Mengapa ada binatang Unta berpunuk dua? (Jawaban Teka-teki/kuis)


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
Saudara-saudara yang berbahagia. Sebelum saya menyampaikan kunci jawaban atas teka-teki atau kuis saya: “Mengapa ada binatang unta berpunuk dua?” Ada baiknya kita mengorbankan sedikit waktu untuk memberi makan akal kita dengan sedikit ilmu.
Pada dasarnya jatah umur manusia itu, akan dihabiskan dalam tiga urusan, yaitu:
a. Urusan yang bermanfaat;
b. Urusan yang mudharat; dan
c. Urusan yang sia-sia, tidak bermanfaat dan juga tidak mengandung mudharat,
Sebagai manusia yang berakal sehat sudah semestinya kalau kita selalu mengarahkan semua urusan kita kepada urusan yang mengandung manfaat. Salah satu urusan yang manfaatnya sangat besar adalah menuntut ilmu.
Rosulullah Muhammad SAW bersabda: “Mendatangi majelis ilmu, pahalanya lebih baik daripada mengerjakan sholat sunat 1000 rokaat”. Jadi kalau ada siswa atau mahasiswa yang malas belajar, tetapi malah menghabiskan waktunya untuk urusan selain belajar, itu pertanda bahwa pemahaman dan keyakinannya terhadap manfaat dari ilmu yang sedang ditekuninya itu masih sangat kurang.
Saudara-saudaraku yang berbahagia. Allah berfirman di dalam QS Ali-Imron: 190 sd. 191:
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Menyadari akan kebenaran ayat di atas, saya berlindung kepada Allah dari perbuatan yang sia-sia. Termasuk niatan awal saya dalam menulis teka-teki atau kuis di ‘Facebook’, bukanlah perbuatan iseng tanpa tujuan. Saya yakin seyakin-yakinnya, jawaban standart dari teka-teki atau kuis saya pasti mudah ditebak. Jagad informasi modern menyediakan hampir semua jawaban dari permasalahan dan pertanyaan yang dicari manusia. Tetapi sayangnya, saya menginginkan jawaban yang bukan standart. Buang-buang waktu saja, menanyakan sesuatu yang sudah jelas jawabannya.
Saudaraku yang dirahmati Allah. Munculnya gagasan untuk membuat teka-teki atau kuis tersebut adalah didorong oleh keprihatinan saya terhadap perilaku para muslimin dan muslimah, khususnya dalam mereaksi ancaman 3 F, yang potensial menjadi penyebab kaum muslimin dan muslimah menghabiskan umur dan harta untuk sesuatu yang mudharat dan sia-sia. Ancaman 3 F yang saya maksud adalah:
1. Food, makanan;
2. Fashion, busana/pakaian;
3. Fun, hiburan/kesenangan/hobby/entertainment.
Pada era kebebasan memperoleh dan menyebarkan informasi sekarang ini. Seringkali terjadi ‘tuntunan’ menjadi ‘tontonan’, sebaliknya ‘tontonan’ menjadi ‘tuntunan’. Sering saya bertanya kepada pemirsa dan pendengar suatu majlis pengajian tentang kesan mereka terhadap isi pengajian yang mereka ikuti. Mereka menjawab senang jika ustadznya atau kyainya lucu, jenaka, ganteng atau cantik. Mereka menjawab kurang senang bila ustadz atau kyainya monoton, kurang improvisasi dan mbosenin. Padahal perihal yang disampaikan sama yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dalam hal ini ‘tuntunan’ disikapi sebagai ‘tontonan’. Semakin bisa menghibur, maka dinilai semakin baik.
Pada sisi lain Islam secara jelas (sejelas perbedaan malam dengan siang), memberikan batasan tentang halal atau haram, boleh atau tidaknya seorang muslimin dan muslimah dalam memanfaatkan makanan, pakaian dan hiburan, faktanya kita sekarang sulit membedakan seseorang itu muslimin / muslimah dengan yang non-muslimin/non-muslimah hanya berdasar makanan, pakaian dan hiburannya. Kebanyakan dari kita mirip satu dengan yang lainnya karena menganggap ‘tontonan’ menjadi ‘tuntunan’. Perilaku dari sebagian kaum muslimin dan muslimah semakin konsumerisme dan pragmatisme. Iklan menjadi ‘trend center’ dari gaya kehidupan sehari-hari, sehingga mengurangi daya kritis kita terhadap sesuatu itu halal atau haram, boleh dilakukan atau terlarang.
Saudaraku yang telah sabar menanti jawaban. Inilah salah satu contoh produk iklan yang perlu dikritisi:
Ada sebuah alat yang diiklankan di TV (sengaja tidak saya sebutkan barangnya). Iklan menyebutkan bahwa apabila alat tersebut dipakai dalam waktu 2 bulan mampu menaikkan bokong 1,5 cm hingga 2 cm. Pertanyaannya: “Apabila seseorang memakai produk tersebut setiap hari, seumur hidupnya, bokongnya naik sampai di mana?”.
Binatang Unta berpunuk dua, kemungkinan sejak lahir memakai alat tersebut. Sehingga kedua punuknya itu sebenarnya adalah bokong Unta yang terangkat naik ke punggung karena keajaiban alat tersebut. Dan itulah jawaban dari teka-teki atau kuis saya.
Mohon maaf, karena tidak ada yang menjawab benar sesuai dengan standart saya, maka semua jawaban dinyatakan salah. Tetapi jangan khawatir. Saya tetap memberikan hadiah pulsa kepada peserta teka-teki atau kuis yang saya anggap unik. Hanya jumlahnya tidak Rp.100 ribu perorang.
Para “faceBooker” yang beruntung adalah:
1. Krisjentha, karena yang paling cepat memberikan jawaban. Siapa cepat dia dapat.
2. Na Ne, jawabannya paling kreatif dan memberikan informasi tentang sumber belajarnya, sehingga merangsang orang untuk ingin tahu.
3. Oxsy Giandi, yang ngotot menjawab walau masa untuk menjawab teka-teki atau kuis sudah berakhir. Saking ngototnya, saya sedang workshop di Batu, Malang, disms untuk minta tenggang waktu menjawabnya.
24 Juli 2009
Mengapa Flu Babi menyerang manusia?

Bertanya malaikat penjaga kesehatan manusia kepada Raja Virus H1N1: “Wahai raja virus flu babi, sedari dulu, setahuku tugasmu adalah menyerang babi-babi yang lemah, mengapa bangsamu sekarang menyerang manusia?”. Raja Virus H1N1 menjawab dengan tegas: “Maafkan kelemahan hamba, kami sekarang sulit membedakan antara babi dengan manusia, karena perilakunya sama, daripada kami tidak melaksanakan tugas karena bingung, maka kami serang kedua-duanya”. Malaikat tersebut lantas bertanya kepada manusia: " Apakah perilaku kalian seperti babi?”. Ayo jawab!!!
Insya Allah semua saudaraku menjawab tidak. Apabila ada yang menjawab ya, maka bersiap-siaplah Anda, karena di suatu saat nanti akan terserang flu babi.
“Katakanlah: "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS:Al-Maidah:60).
Saudara-saudaraku yang mulia. Marilah kita jaga kemuliaan martabat kita sebagai manusia, dengan tidak 'membabikan diri'. Kita adalah khalifah di bumi, sudah seharusnya mampu menjaga keharmonisan di bumi Allah ini, bukan malah mengacaukan atau bahkan menghancurkan harmoni yang merupakan karunia Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta dan Pengatur alam semesta.
Semoga bermanfaat.
23 Juni 2009
Masya Allah, jatah umurku telah berkurang 1 tahun lagi
Ya Allah Tuhanku yang Maha Kaya & Maha Mengetahui. Berilah petunjuk bagaimana caraku agar dapat bersyukur dengan baik kepadaMu. Atas nikmat sempat & sehat, kedua orangtua yang bijaksana, istri cantik & anak-anak baik yang menyenangkan hatiku, saudara-saudara yang saling mencintai, kawan-kawan yang sangat perhatian & atas segala nikmat lain yang tak kuasa nalarku menyebutnya satu demi satu.
Ya Allah yang Maha Pengampun & Maha Penyayang, Maafkanlah aku apabila selama ini banyak kufur atas nikmatMu & banyak ingkar atas perintahMu, sepertinya telah terlampau banyak aku mendholimi orangtuaku, diriku, keluargaku, saudaraku, temanku, bangsa & negaraku. Apabila engkau tidak mengampuni aku niscaya aku termasuk golongan orang-orang yang merugi.
Ya Allah yang merajai Hari Pembalasan, selamatkan diriku, keluargaku, kedua orangtuaku, saudaraku dan sahabatku dari siksa api neraka. Amiin.

