24 Juli 2009

Mengapa Flu Babi menyerang manusia?

Bertanya malaikat penjaga kesehatan manusia kepada Raja Virus H1N1: “Wahai raja virus flu babi, sedari dulu, setahuku tugasmu adalah menyerang babi-babi yang lemah, mengapa bangsamu sekarang menyerang manusia?”. Raja Virus H1N1 menjawab dengan tegas: “Maafkan kelemahan hamba, kami sekarang sulit membedakan antara babi dengan manusia, karena perilakunya sama, daripada kami tidak melaksanakan tugas karena bingung, maka kami serang kedua-duanya”. Malaikat tersebut lantas bertanya kepada manusia: " Apakah perilaku kalian seperti babi?”. Ayo jawab!!!



Insya Allah semua saudaraku menjawab tidak. Apabila ada yang menjawab ya, maka bersiap-siaplah Anda, karena di suatu saat nanti akan terserang flu babi.

Saudara-saudaraku yang baik, jika kita mengamati binatang babi, baik itu babi ternak, babi hutan maupun babi rusa, terdapat ciri khas yang menonjol. Hidung mereka bersatu dengan bibirnya, bibir mereka bersatu dengan hidungnya. Leher mereka kekar, kaku dan besar, sehingga mereka sulit menoleh ke kanan atau ke kiri. Jika berkeinginan lari ke suatu arah, akan sulit berbelok/atau dibelokkan ke arah lain. Babi memakan semua yang bisa dia makan tanpa peduli makanan itu bersih atau kotor, milik sendiri atau milik orang lain, halal atau haram. Daun tua atau daun muda, rumput sendiri atau rumput tetangga, ‘kolo gemandul’ ( buah-buahan ) atau ‘kolo kependem’ ( umbi-umbian ), cacing tanah bahkan bangkai akan dilahapnya. Habitatnya di tengah hutan, tetapi apabila kelaparan karena makanan di hutan habis, mereka menyusup masuk ke ladang penduduk. Apabila pemilik ladang kurang waspada, akan diseruduk pakai taringnya yang tajam, jika berani menghalang-halangi maksudnya. Perilakunya yang khas, jika sedang kegerahan dan kelelahan, tidak mandi di sungai yang jernih malah berkubang di dalam Lumpur. Dan mereka betah berjam-jam berkubang dalam lumpur tersebut. Setiap hari begitu, tanpa merasa enggan, tanpa merasa bosan. Lumpur adalah bagian dari warna kehidupan yang tidak bisa dipisahkan darinya. Apakah ada perilaku saudaraku yang begitu?

Saudara-saudaraku yang percaya kalau Tuhan itu ada, entah dari agama apapun Anda. Saya mohon ijin untuk berbagi informasi kepada Anda. Di dalam kitab suci yang saya imani yaitu Al-Qur’an, Allah, Tuhan saya berfirman:

“Katakanlah: "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS:Al-Maidah:60).

Allah juga berfirman: “ Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina”. (QS: Al-A’raf:166).



Saudara-saudaraku yang mulia. Marilah kita jaga kemuliaan martabat kita sebagai manusia, dengan tidak 'membabikan diri'. Kita adalah khalifah di bumi, sudah seharusnya mampu menjaga keharmonisan di bumi Allah ini, bukan malah mengacaukan atau bahkan menghancurkan harmoni yang merupakan karunia Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta dan Pengatur alam semesta.

Semoga semua yang membaca 'postingan' ini, mendapatkan perlindungan Allah dari serangan flu babi, flu burung dan bala/musibah lain di dunia maupun di akhirat kelak. Amiin.

Semoga bermanfaat.

23 Juni 2009

Masya Allah, jatah umurku telah berkurang 1 tahun lagi


Ya Allah, Tuhanku yang Maha Kekal, 6 hari lagi jatah umurku di dunia ini telah berkurang 1 tahun lagi, Aku tiada daya & kuasa untuk menunda pusaran Waktu, yang mencabuti batang umurku dalam detak-detik langkah istiqomahnya.

Ya Allah Tuhanku yang Maha Kaya & Maha Mengetahui. Berilah petunjuk bagaimana caraku agar dapat bersyukur dengan baik kepadaMu. Atas nikmat sempat & sehat, kedua orangtua yang bijaksana, istri cantik & anak-anak baik yang menyenangkan hatiku, saudara-saudara yang saling mencintai, kawan-kawan yang sangat perhatian & atas segala nikmat lain yang tak kuasa nalarku menyebutnya satu demi satu.

Ya Allah yang Maha Pengampun & Maha Penyayang, Maafkanlah aku apabila selama ini banyak kufur atas nikmatMu & banyak ingkar atas perintahMu, sepertinya telah terlampau banyak aku mendholimi orangtuaku, diriku, keluargaku, saudaraku, temanku, bangsa & negaraku. Apabila engkau tidak mengampuni aku niscaya aku termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Ya Allah yang merajai Hari Pembalasan, selamatkan diriku, keluargaku, kedua orangtuaku, saudaraku dan sahabatku dari siksa api neraka. Amiin.

14 Juni 2009

Data Jumlah Siswa SMA yang tidak lulus Ujian Nasional pada Tahun Pelajaran 2008/2009 di Kab. Lumajang, Jawa Timur

ALHAMDULILLAH, SMAN TEMPEH PADA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009, DAPAT LULUS 100% LAGI !!! SUBHANALLAAH, WALHAMDULILLAAH, WA LAA ILAAHA ILLALLAAH HUWALLAAHU AKBAR!

Jumlah siswa SMA di kabupaten Lumajang, yang tidak lulus pada Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2008/2009 sejumlah = 98 orang. Siswa SMA Negeri yang tidak lulus = 22 orang, sedangkan yang dari SMA Swasta adalah = 76 orang. Perincian siswa SMA Negeri yang tidak lulus dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL: Data Jumlah Siswa SMA Negeri yang tidak lulus Ujian Nasional pada Tahun Pelajaran 2008/2009 di Kab. Lumajang, Jawa Timur :

NO.

NAMA SEKOLAH

TDK MENCAP STANDAR MINIMAL UN

DROP OUT & SEBAB LAIN

1.

SMAN 1 LUMAJANG

1 ORANG

1 orang

2.

SMAN 2 LUMAJANG

0 ORANG

0 orang

3.

SMAN 3 LUMAJANG

0 ORANG

0 orang

4.

SMAN TEMPEH

0 ORANG

0 orang

5.

SMAN PASIRIAN

1 ORANG

1 orang

6.

SMAN CANDIPURO

1 ORANG

0 orang

7.

SMAN PRONOJIWO

0 ORANG

0 orang

8.

SMAN KUNIR

6 ORANG

0 orang

9.

SMAN YOSOWILANGUN

1 ORANG

0 orang

10.

SMAN JATIROTO

4 ORANG

0 orang

11.

SMAN KLAKAH

1 ORANG

0 orang

12.

SMAN SENDURO

4 ORANG

1 orang

JUMLAH

19 orang

3 orang


Pesanku bagi mereka yang lulus: “ jangan berbangga diri keterlaluan, langkah kalian masih panjang. Bersyukurlah dengan cara yang patut. Bersyukur kepada Allah yang telah memberikan ridho-Nya, sambil bersujud syukur mencium bumi yang menggendongmu selama ini, mencium tangan kedua orangtuamu yang telah dan masih akan memelihara dan membiayaimu untuk beberapa tahun lagi. Mencium tangan bapak dan ibu gurumu yang telah mendidikmu selama tiga tahun dan berterima kasih kepada negara dan bangsa Indonesia yang telah menfasilitasi pendidikan di negara ini, caranya: tidak mengumbar ‘euphoria’ berlebihan dengan perbuatan yang melanggar hukum negara, maupun norma sosial lainnya”.

Bagi yang tidak lulus: “Tidak lulus Ujian Nasional bukan akhir dari segalanya. Orang yang sukses bukannya orang yang tidak pernah gagal. Orang sukses adalah orang yang bisa belajar dari kegagalannya dan memanfaatkan pelajaran dari kegagalan tersebut untuk bertindak lebih baik dan lebih bijak di waktu mendatang. Bersedih untuk sementara waktu memang manusiawi, karena telah rugi waktu, biaya dan tenaga. Tetapi dengan keberanian menerima kenyataan dan bersedia belajar selama satu tahun lagi, akan lebih bisa diterima moral dan terhormat, daripada menyakiti diri sendiri, apalagi bila sampai bunuh diri”. Naudzu billaahi min dzaalik.

Telor Petis ala Lumajang dan Puding Coklat Busa

Telor Petis ala Lumajang

Bahan:

(a) Telor ayam / bebek = 1 kg, (b) Bawang merah besar = 11 butir, (c) Bawang putih = 9 siung besar, (d) Kunyit = 1 ruas ujung jari, (e) Kunci = 1 ruas ujung jari, (f) Laos = 1 ruas jari, (g) Jahe = 1 ruas ujung jari, (h) Serai = 1 batang,(i) Daun jeruk purut = 7 lembar, (j) Gula, garam, cabai rawit sesuai selera, (k) Petis udang = 250 gram ( Petis udang berwarna hitam, rasanya gurih manis, kalau yang berwarna coklat muda adalah petis ikan, rasanya sangat asin ).

Cara membuatnya:

(1) Rebus telor lalu kupas. (2) Rebus cabai rawit lalu uleg sampai halus. (3) Iris tipis-tipis, lima butir bawang merah, empat butir bawang putih, goreng lalu angkat. (4) Memarkan laos dan serai. (5) Uleg sisa bawang merah, bawang putih, jahe, kunci dan kunyit sampai halus. (6) Tumis bahan pada butir (5) di atas sampai berbau harum. Masukkan laos, serai, cabai dan daun jeruk purut, aduk sebentar lalu tambahkan 1/2 gelas belimbing air, gula dan garam secukupnya. Setelah mendidih masukkan petis udang, lalu aduk. Tunggu hingga mengental, setelah itu masukkan telor rebus, aduk lagi hingga merata. Terakhir taburkan bawang goreng, aduk-aduk sebentar, lalu matikan api. (7) Telor petis ala Lumajang, siap dihidangkan. Rasanya dijamin siiiiiiiiip deh.


Puding Coklat Busa

Bahan-bahan: a. Susu segar = 750 cc, b. Agar2 bubuk = 4 bungkus, c. Gula pasir = 300 gram, d. Coklat bubuk = 100 gram, e. Putih telur = 6 butir, f. Kuning telur = 2 butir.

Cara membuatnya:

1. Bikin adonan 1: Campur Agar-agar, gula, coklat bubuk, susu segar lalu dididihkan. Setelah mendidih matikan api. Setelah suhu campuran tadi agak turun, tambahkan 2 butir kuning telur, segera kocok sampai larut.

2. Bikin adonan 2: Kocok 6 butir putih telur, tambahkan 50 gram gula pasir sampai kental, tambahkan sedikit garam untuk memperlambat pengempisan atau penyusutan hasil kocokan.

3. Campurkan adonan 1 dan 2, lalu aduk sampai rata.

4. Cetak dan bentuk sesuai selera.


25 Mei 2009

Kunci Cinta Kasih II : Cinta itu memberi, bukan meminta, bukan juga menuntut apalagi memaksa".

Seorang sahabat Rosululloh bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: "Ya Rosululloh, setelah Allah dan RosulNya, siapakah yang harus aku muliakan?" Jawab Rosululloh: "Ibumu". Sahabat tadi melanjutkan: "terus siapa lagi?' Jawab Beliau: "Ibumu". Begitu jawaban rosululloh sampai 3 kali, baru pada pertanyaan yang ke 4, Rosululloh menjawab: "Bapakmu". ( Al-Hadits ).


Kisah lain juga menegaskan kemuliaan seorang ibu:
Pada saat Nabi Muhammad SAW thawaf, di depan hajar aswad Beliau menjumpai seorang pemuda yang sedang thawaf juga. Pemuda tersebut pundaknya lecet berat sampai-sampai kulitnya mengelupas. Melihat hal tersebut beliau merasa iba kepada pemuda tersebut, kemudian Rosululloh bersabda: "Hai pemuda, mengapa pundakmu sampai lecet sedemikian parah?". Sang pemuda menjawab: "Wahai Rosululloh, aku mempunyai ibu yang sudah tua renta, karena aku khawatir terjadi hal-hal buruk apabila dia aku tinggalkan sendirian di rumah, maka kemanapun aku pergi, aku menggendongnya. Aku turunkan dia hanya apabila aku dan ibuku akan sholat atau buang hajat. Hal inilah yang menyebabkan pundakku lecet seperti ini". Mendengar cerita tersebut Rosululloh terharu sekali. Beberapa saat kemudian Rosululloh bersabda: " Hai pemuda sungguh mulia hatimu, semoga Allah menerima amalmu, tetapi ketahuilah wahai pemuda, sebesar apapun pengorbananmu kepada ibumu tidak akan mampu menebus semua pengorbanannya yang telah diberikan kepadamu". ( Al-Hadits ).

Seorang ibu dibandingkan ayah kemuliaannya adalah 3 kali lipat? Mengapa derajat ini disandang seorang ibu? Jawabannya adalah, seorang ibu yang benar-benar "normal keibuannya" akan memberikan Cinta Kasih kepada anaknya dengan setulus-tulusnya tanpa diembel-embeli prasarat apapun. Bahkan budaya kita mengabadikan kemuliaan seorang ibu dibanding anak di dalam sebuah pepatah: "Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah".

Marilah kita lantunkan sebuah lagu yang berlirik cinta kasih seorang ibu:
"Kasih ibu..kepada beta.., tak berhingga sepanjang masa...., hanya memberi tak harap kembali...bagaikan surya menyinari dunia".

Berdasarkan analog kedua hadits di atas, saya berani memastikan "Kunci Cinta Kasih II" adalah: "Cinta itu memberi, bukan meminta, bukan juga menuntut apalagi memaksa".

Para pembaca yang sedang jatuh cinta, buktikan cinta Anda dengan memberikan sesuatu kepada kekasih Anda. Tidak perlu mewah! Sebait puisi atau sepotong syair lagu dari kekasih, sering bernilai lebih dari sepotong baju. Setangkai mawar dari yang tersayang, berasa lebih membuat mabuk kepayang daripada sepasang giwang.

Sebagai contoh sewaktu kuliah dulu, aku pernah menggoda mahasiswi tetangga kostku. Dia cantik, ramah dan murah senyum. Setiap hari sering kami berpapasan di jalan. Suatu saat aku membutuhkan buku "Konseling Dasar" dan aku tahu dia punya buku tersebut. Aku memberanikan diri pinjam dan dia membolehkannya. Sewaktu buku mau aku kembalikan, 'ting!' muncul inspirasi di benakku. Buku tersebut aku ambil, bagian dalam halaman terdepannya kumasukkan ke mesin ketikku, lalu tertuanglah inspirasiku di halaman tersebut:

"Siang ini begitu gerah,
rasa di dada ini begitu gundah,
Tetapi di hatimu embun sejuk,
di hatimu tumbuh sejuta bunga.

Sejenak aku bertanya...itu untuk siapa?
dan adakah untukku juga?"

Saat itu aku sekedar menuangkan inspirasi tidak pernah memikirkan efeknya, karena hatiku kadung terikat janji dengan kekasihku, adik kelasku di SPG (Sekolah Pendidilan Guru).

Sebenarnya janjiku kepadanya sederhana: "Dik, aku mau kuliah S-1 di IKIP Malang. Selama 4 tahun di Malang, banyak kemungkinan terjadi pada saya dan sampeyan. Oleh karena itu, kalau sampeyan sabar menunggu ya Alhamdulillah, kalau tidak ya aku pasrah". Saat menjelang yudisium, aku mengirim surat sampul kuning bergambar mawar merah kepadanya ( maklum belum ada hp dan telpon rumah ). Aku bertanya: Apa sampeyan masih menungguku?". Dan ternyata dia menjawab: " Ya ya ya......". Mantan kekasihku itu sekarang sudah menjadi ibu dari 3 orang cucu dari ayah-ibuku dan ayah-ibu mertuaku.

Beberapa tahun berlalu, aku sudah mengajar di tempat dinasku sekarang. Salah seorang muridku bertanya: "Pak Wastu kenal namanya 'Masmh', rumahnya Jombang, Mojokerto?". Spontan kujawab: " kenal ". Muridku melanjutkan: "Dia itu bulik saya, sekarang tinggal bersama kami di Lumajang". Selanjutnya muridku berkata: "Dia belum menikah dan selalu menanyakan kabar bapak!".


Aku terkejut sekali, bagai tersambar petir di siang bolong. Rupanya tanpa kusadari puisiku telah membangkitkan harapan seseorang terhadapku. Aku merasa bersalah, karena saat muridku memberi info itu aku baru saja menikah. Oooh..... betapa kuatnya pengaruh kata-kata bagi orang yang merasa dicinta.


Wahai para pecinta. Berhentilah meminta, berhentilah menuntut dan berhentilah memaksa. Apalagi memaksa meminta sesuatu yang membuat si Dia menyesali perbuatannya seumur hidup.


06 Mei 2009

Akhlaqmu, barometer kemuliaanmu atas makhluk lainnya

"Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung"(QS Al-Qalam:4).

Jika ada pertanyaan: "Siapakah manusia yang paling mulia?".
Menurut Islam adalah Rosululloh Muhammad SAW. Allah SWT sendiri telah mempatenkan pengakuan tersebut di dalam Al-Qur'an Surat Al-Qalam ayat 4.

Jikalau pertanyaannya adalah: "Makhluk apakah yang paling mulia di dunia ini?". Maka jawabannya pasti manusia. Di manakah letak kemuliaan manusia tersebut?
Marilah kita bandingkan makhluk ( ciptaan ) Allah yang ada di dunia ini. Agar mudah, mari kita tentukan tolok ukurnya dalam 3 kategori, yaitu: material, phisik dan psikhis.

ad. a. Material.
Secara material, nilai zat-zat dan unsur yang membentuk tubuh manusia tidak begitu berharga apabila dibandingkan dengan material yang ada di alam, misalnya perak,emas, platina, intan, berlian, uranium, dsb. Hal ini berarti bahwa manusia itu mulia bukan karena anasir materi pembentuknya.

ad. b. Phisik.
Apabila ditinjau berdasarkan phisiknya, tumbuh-tumbuhan ternyata memiliki struktur tubuh yang berbeda-beda. Ada yang lebih besar, kuat dan pada umumnya mereka lebih tahan terhadap perubahan alam daripada manusia. Jenisnya juga lebih beragam. Apalagi bila dilihat dari manfaatnya bagi kehidupan di dunia ini, tumbuh-tumbuhan lebih banyak mendatangkan manfaat daripada mudharatnya. Binatang juga memiliki struktur tubuh yang beraneka pula. Di antaranya juga ada yang lebih besar, kuat dan lebih indah tubuhnya bila dibandingkan manusia. Bahkan sebagian binatang mempunyai kecepatan jauh melampaui kecepatan manusia. Ditinjau dari manfaatnya, binatang juga lebih banyak mendatangkan manfaat bagi kehidupan daripada mudharatnya. Misalnya binatang ternak, semakin besar dan gemuk akan semakin mahal harganya. Akan tetapi kalau peternaknya yang semakin besar dan gemuk tidak akan menambah harga 'jualnya'. Dalam hal phisikpun manusia tidak lebih mulia dari pada flora dan fauna.

ad.c. Psikhis.
Berdasarkan sudut pandang ini, manusia sudah lebih unggul apabila dibandingkan dengan material dan tumbuhan, karena kedua makhluk tersebut, anggap saja tidak mempunyai aktifitas psikhis. Bagaimana apabila dibandingkan dengan binatang?
Ada seorang ilmuwan Biologi ( maaf namanya saya lupa ) yang berkata: "Manusia itu adalah binatang yang bisa tertawa". Memang secara biologis hal itulah yang membedakan manusia dengan binatang. Secara emosional sebagian binatang juga memiliki perasaan. Secara kasat mata kita bisa melihat beberapa binatang kelihatan bersedih apabila kehilangan anggota keluarganya. Mereka akan marah apabila mereka atau anggota keluarga mereka diganggu. Mereka juga mempunyai naluri untuk mempertahankan keturunannya. Kebanyakan dari binatang instingnya juga lebih peka daripada manusia.
Berdasarkan naluri berketuhanan, manusia lebih unggul dalam hal beribadah kepada tuhan daripada syetan, akan tetapi manusia kalah jauh dalam hal ketaatan kepada Allah apabila dibandingkan dengan para malaikat.

Berdasarkan uraian di atas kita simpulkan bahwa berdasarkan tinjauan material, phisik dan psikhis ternyata manusia tidak lebih mulia daripada makhluk-makhluk Allah yang lainnya. Oleh karena itu kita wajib mempercayai ajaran agama Islam dan mungkin juga agama lainnya, bahwa manusia lebih mulia daripada makhluk Allah lainnya karena karunia akalnya.

Pertanyaannya sekarang adalah: " Mengapa banyak kasus menunjukkan bahwa kejahatan manusia, baik kepada dirinya, keluarganya, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara, agama bahkan kepada dunia ini, juga disebabkan oleh hasil karya akal manusia? Apakah penyebabnya?

Manusia ditakdirkan Allah menjadi khalifah di muka bumi ini. Untuk melaksanakan amanah tersebut Allah sudah membekali manusia dengan berbagai fasilitas phisik maupun psikhis. Fasilitas phisik manusia mempunyai keterbatasan tertentu, tetapi fasilitas psikhisnya memiliki potensi yang tak terbatas. Salah satu potensi psikhis manusia berupa pemikiran. Hasil pemikiran manusia bahkan mampu menembus ruang dan waktu. Hasil pemikiran manusia akan terus berkembang sampai beberapa abad kemudian setelah dia tiada. Selain Allah sendiri, barangkali hanya ada satu yang mampu membatasi potensi psikhis manusia: 'waktu' ! yaitu batas umurnya di dunia ini dan juga batas umur dunia!.

Selain pikiran, potensi psikhis manusia yang luar biasa yang hampir menyamai pikiran adalah perasaan. Dengan perasaannya banyak manusia yang mampu menghasilkan mahakarya yang luar biasa. Banyak contohnya dalam sejarah dan tidak perlu disebutkan di sini.

Walaupun antara potensi psikhis manusia berupa pemikiran dan perasaan, sama-sama luar biasanya, tetapi di antara keduanya ada perbedaan yang menyolok. Pemikiran mendasarkan kebenarannya kepada logika yang mudah diterima oleh akal bagi sebagian besar manusia, sedangkan perasaan mendasarkan kebenarannya secara subyektif dan eksklusiv menurut dirinya sendiri atau kelompoknya. Dasar pemikiran inilah yang menjadi dasar pijakan untuk menjawab pertanyaan di atas tadi.

Semua kejahatan manusia baik kepada dirinya, keluarganya, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara, agama bahkan dunia, dapat tercipta apabila manusia lebih mengutamakan dorongan pemuasan potensi perasaannya yang subyektif dan eksklusiv daripada potensi pemikirannya yang lebih logis.

Manusia akan menjadi makhluk paling mulia dan mampu menjalankan amanah Allah sebagai khalifah di bumi ini apabila mampu menjadikan akal dan pikirannya sebagai 'joki' atas 'kuda binal' perasaannya. Dan tidak ada yang mampu berbuat demikian kecuali manusia dengan akhlaq atau budi pekerti yang baik.

Islam adalah agama yang masuk akal, dan akan bisa dipahami dan diamalkan dengan baik oleh mereka yang mau dan mampu menggunakan akal dan pikirannya dengan sehat. Selama sejarah perjuangan Rosululloh di dalam menegakkan agama Islam beliau lebih banyak menggunakan pendekatan yang masuk akal. Dan apabila mukjizat Allah datang pada suatu saat dalam periode perjuangan beliau, itu semua karena Allah, bukan karena Nabi Muhammad dan Para Sahabat menjalankan ritual-ritual khusus untuk mendatangkan mukjizat itu.

Rosululloh Muhammad SAW bersabda: " Innamal buistu liutamimmaa makarimal akhlaq" , artinya: "Sesungguhnya aku ini di utus oleh Allah terutama untuk menyempurnakan akhlaq manusia".